Wartakomunitas.com | Solo - Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau ( IKPMRS) Kembali Terancam terusir dari Asrama atau Rumah kontrakan yang mereka tempati di Kota Solo saat ini. Pasalnya mereka tak sanggup melakukan perpanjangan kontrak yang telah jatuh tempo pada 12 September 2023 yang lalu.

Organisasi aktif di Kota Solo ini harus terusir dari asrama yang selama setahun ini mereka tempati. Sudah menjadi agenda rutinan bagi Ketua Umum terpilih untuk melakukan pengajuan rutinan proposal perpanjangan dan pengajuan Asrama Permanen untuk Mahasiswa Riau di Surakarta. Organisasi yang telah berdiri sejak 1989 ini pun harus sering kali gigit jari akibat dari janji manis yang di berikan Oleh pemerintah. 
jumat(20/10/2023)

Rezki Nur Ichsan selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Riau pun turut menyesalkan perlakuan dari Pemerintah Provinsi Riau yang terkesan lepas tangan dan tutup mata atas apa yang terjadi kepada Mahasiswa Riau di Surakarta hari ini.

Bukan tanpa alasan, pengajuan ini sudah jauh hari dilakukan pada bulan Februari dan bulan Juni serta mengikuti semua alur dan tahapan untuk  pengajuannya kita berkoordinasi ke pemprov tapi menemui jalan buntu ketika Pemprov Riau memberikan disposisi ke Baznas Riau.

Ketika baznas tidak bisa membantu, tapi Pemprov Riau malah tidak memberikan solusi ataupun opsi lain dari permasalahan ini, Ujar Ichsan.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Pemerintah Provinsi Riau,seperti yang kita ketahui bahwa Asrama/Sekretariat adalah jantung ataupun pusat berkegiatan maupun berkumpulnya anak-anak Asal Riau yang sedang menempuh pendidikan di Kota Solo.

Disamping kita belajar kita juga menjaga nilai-nilai budaya Melayu di Kota Solo, sudah seharusnya kita sebagai anak jati diri Melayu ini turut diperhatikan oleh pemerintah provinsi Riau.

Kita berharap juga Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menyelesaikan persoalan ini, ini bukan lagi IKPMRS yang malu, akan tetapi mencoreng citra Pemerintah Provinsi Riau yang terkenal dengan Sumber Daya Alam yang melimpah.

Kita juga mempertanyakan apa guna Perusahaan besar yang ada di Provinsi Riau jika juga tak bisa memberikan bantuan untuk hal ini? Sunguh memalukan. 

Disamping itu kita juga meminta Provinsi Riau untuk menganggarkan Pembangunan Asrama Permanen di Kota Solo agar kejadian seperti ini tidak terus terulang, kita juga siap membantu pemprov agar hal ini dapat terealisasi.

Intinya semua harus mampu bersinergi karena kami juga dilantik oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau pun harus turut serta dalam hal ini.

Karena bukan sekali dua kali kita mengajukan untuk pembangunan asrama permanen ini, 34 tahun organisasi ini berdiri kita Solo belum mendapatkan hak yang sama seperti Yogyakarta,Malang,Jakarta dan lain-lain, Pungkas Ichsan.