Wartakomunitas.com| Tangsel- Sungguh sangat miris di tengah realita kemajuan yang pesat, intoleransi dalam beragama masih terjadi. Memberikan kenyamanan bagi umat beragama dalam beribadah merupakan suatu kepastian yang harus diberikan.

Namun disematkan gagal untuk Kota Tangerang Selatan dalam memberikan hal ini. Kejadian penggerudukan oleh oknum Ketua RT dan warga terhadap Mahasiswa/i beragama katolik yang sedang menjalankan ibadah di dalam kos-kosan di wilayah Kelurahan Setu Kota Tangsel, merupakan suatu bentuk kemunduran Pemerintah Kota Tangsel dalam menjaga kerukunan umat beragama.

Tentu dalam hal ini Kota yang memiliki Motto Cerdas Modern dan Religius belum sepenuhnya serius dalam menjalankan pedomannya. 

Peran Pemerintah Kota yang di Pimpin oleh Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan tentu sangat dipertanyakan, sudah sejauh mana mereka memberikan kenyamanan umat beragama. Dari fenomena yang terjadi saat ini, memberikan suatu gambaran pasti, bahwa tidak massif dan menyentuhnya pemberian edukasi tentang pentingnya menjaga toleransi dalam beragama, oleh Pemerintah Kota Tangsel dan Dinas terkait terhadap masyarakat.

Salah satu aspek utama dari peran edukasi dalam membentuk masyarakat yang damai adalah pembelajaran tentang toleransi dan penghargaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan sikap yang terbuka dan menghormati hak-hak asasi manusia setiap individu, tanpa memandang perbedaan apapun. Selain itu, edukasi juga memiliki peran penting dalam mendorong resolusi konflik secara damai tanpa adanya perpecahan antar umat.

Tentu dalam hal ini diharapkan untuk segera direspon secara cepat dan diberikanya tindakan pasti oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Polres Kota Tangerang Selatan, supaya kejadian-kejadian seperti ini tidak terus berulang dan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Oleh : Ricky Indra

Mahasiswa Universitas Pamulang