Wartakomunitas.com | Opini - Dalam sepekan terakhir, kondisi suhu panas dan cuaca terik terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara disebut mengalami suhu yang panas ditambah dengan teriknya sinar Matahari.
Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Guswanto, mengatakan cuaca panas dan terik tersebut secara umum dipicu oleh dominasi cuaca cerah pada siang hari di wilayah Jawa dan Nusa Tenggara.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terjadap kemungkinan potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2023/2024," kata Guswanto dalam keterangannya ditulis detikcom, Rabu (20/12/2023).
Mengenai alasan terjadi cuaca panas beberapa waktu terakhir, data dari citra satelit mengatakan di wilayah Jawa dan Indonesia bagian selatan tidak tertutup awan sehingga matahari intens langsung ke permukaan bumi.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara memiliki peningkatan potensi curah hujan pada 23 Desember 2023 mendatang.

"Potensi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa-Nusa Tenggara yang dapat terjadi mulai tanggal 23 Desember 2023 mendatang," ungkapnya.

Masyarakat juga perlu mewaspadai dampak yang timbul akibat cuaca panas. Berikut beberapa langkah mengurangi dampak cuaca panas dikutip dari laman Ayo Sehat Kemenkes:

Minum air yang banyak jangan menunggu haus
Hindari mengonsumsi minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis
Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, gunakan topi atau payung
Memakai baju yang berbahan ringan dan longgar serta hindari menggunakan baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas
Sebisa mungkin berada di dalam ruangan atau berteduh diantara jam 11 - 15 siang
Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir baik dengan jendela terbuka maupun tertutup
Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yg tidak tertutup oleh baju sebelum keluar rumah
Sediakan botol semprot air yang dingin di dalam kendaraan.