Wartakomunitas.com | Politik - Mobil rombongan Anies Baswedan alami kecelakaan beruntun di Aceh. Berikut pemicu kecelakaan beruntun seperti dialami mobil rombongan Anies.
Kecelakaan beruntun masih menghantui pengendara. Terbaru, kecelakaan beruntun dialami mobil rombongan yang berisi iring-iringan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan. Kecelakaan beruntun mobil rombongan Anies itu, dijelaskan Dirlantas Polda Aceh Kombes Muhammad Iqbal Alqudusy disebabkan karena minimnya jarak antar kedua mobil.

"Dikarenakan jarak yang sudah sangat dekat dengan mobil barang, mobil double cabin terhempas dan menabrak pada bagian depan sebelah kanan tronton tersebut," terang Iqbal

Tidak menjaga jarak memang merupakan salah satu pemicu kecelakaan beruntun. Selain itu, kecelakaan beruntun dipicu oleh beberapa hal seperti dikutip laman Auto2000 berikut.

1. Pindah Lajur Sembarangan

Mobil yang berpindah lajur sembarangan juga kerap memicu tabrakan beruntun. Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat, padahal ada mobil lain dari belakang, bisa memicu tabrakan beruntun. Untuk menghindari tabrakan beruntun, kuncinya memastikan lajur yang akan dimasuki dalam kondisi aman dengan melihat kaca spion. Nyalakan lampu sein sebelum pindah lajur untuk memberi tanda ke pengguna jalan lain.

2. Tidak Patuh Aturan Kecepatan

Pengemudi kendaraan bermotor wajib mematuhi aturan batas kecepatan minimal dan maksimal. Beberapa kendaraan juga melaju pelan di lajur cepat alias lane hogger. Padahal, lajur tersebut digunakan oleh kendaraan dengan kecepatan tinggi. Di lajur lambat tidak boleh terlalu pelan karena berisiko sama. Namun, tidak dibenarkan juga untuk melaju terlalu cepat. Di jalan tol, batas kecepatan minimalnya adalah 60 km/jam dan batas kecepatan maksimal 80-100 km/jam. Gunakan lajur jalan tol sesuai peruntukan dan kecepatan.

3. Melaju di Bahu Jalan

Bahu jalan tol hanya untuk kondisi darurat dan tidak boleh dipakai untuk berkendara dengan alasan apa pun. Dalam banyak kasus, ada kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh pengguna bahu jalan. Atau bisa juga menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.

5. Microsleep

Masalah microsleep atau tertidur sejenak tanpa sadar sama bahayanya dengan bermain ponsel saat mengemudi mobil. Meski hanya sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun. Solusi paling tepat untuk mengantuk hanya satu, yaitu tidur meskipun hanya 15 menit.

6. Lampu Rem Mobil Mati

Pengemudi di belakang tidak akan bisa mengetahui bahwa mobil sedang mengurangi kecepatan kalau rem mobil mati. Padahal ada langkah sederhana untuk mengecek lampu rem, yaitu dengan menginjak pedal rem sebelum jalan. Nyala sinar lampu rem akan terlihat di tembok garasi rumah. Pastikan lampu sein juga berfungsi dengan melakukan hal yang sama.