Wartakomunitas.com| Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Brigjen Aan Suhanan menyebut kepadatan kendaraan mulai meningkat selama momentum libur Hari Natal dan Tahun Baru Ia menyebut, peningkatan arus lalu lintas sudah terjadi sejak Jumat (22/12/2023) pekan lalu. Aan menyampaikan, peningkatan kendaraan ke luar Jakarta hingga saat ini meningkat sekitar 13 persen.

"Memang ada peningkatan ada sekitar 13 persen ke arah timur, ke arah barat juga ada ke Sumatera ke arah Bandung juga sama ini ada kecenderungan meningkat mulai hari Jumat kemarin ya sampai terakhir kemarin 13 persen," kata Aan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Kamis (21/12/2023).

Namun, ia mengatakan peningkatan itu masih dalam batas normal sehingga saat ini masih belum digelar rekayasa lalu lintas. "Artinya ini masih perjalanan reguler, belum perlu ada rekayasa lalulintas," ucap Aan.

Kemudian, menurut Aan, baru-baru ini di Pelabuhan Merak sempat terjadi masalah cuaca sehingga menyebabkan kepadatan. Akan tetapi, hal ini sedang diurai oleh anggota Kepolisian setempat.

"Ada masalah cuaca, kapal tidak bisa tambat, sehingga terlambat, akhirnya terjadi antrean, ini anggota kita di lapangan sedang mengurai, mengatur flow masuk dari kendaraan dari Jakarta yang menuju ke arah Merak," ucap dia.

Menurut Aan, rekayasa lalu lintas akan mulai diterapkan per tanggal Jumat (22/12/2023) pukul 14.00 WIB tengah malam. Meski begitu, ia menyebut penerapan rekayasa lalu lintas bersifat situasional mengikuti kepadatan lalu lintas di jalan.

"Kalau jadwal itu mulai besok, tanggal 22, jam 14.00, ini jadwal ya, tapi kalau situasi mungkin jam 10 sudah mulai menentuh angka 5.500, kita harus contra flow (lawan arus)," ujar dia.

"Tapi sebaliknya, kalau jam 2 itu belum masuk ke situ angkanya, kita tetap akan gunakan jalur reguler," sambung Aan.

Dalam kesempatan itu, Aan mengatakan momentum libur Natal dan Tahun Baru ini tidak menerapkan pembatasan lalu lintas. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat yang mudik untuk menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker serta mencuci tangan.

"Kami mengimbau untuk tetap menggunakan protokol kesehatan, pakai masker, walaupun tidak wajib, cuci tangan, kemudian bawa perbekalan, obat-obatan tindakan pertama, dan di rest area juga, dan di beberapa tempat itu sudah didirikan posko-posko kesehatan," tambah Aan.