Wartakomunitas.com| Hukum - Penyidikan kasus kematian Dante (6), anak dari Tamara Tyasmara dan Angger Dimas yang diduga ditenggelamkan oleh Yudha Arfandi masih berlanjut. Terbaru, Yudha Arfandi menjalani serangkaian tes poligraf.
Seperti diketahui, Yudha telah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Dante. Yudha diduga menenggelamkan Dante sebanyak 12 kali hingga tewas di kolam renang kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Yudha sendiri sudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Atas kasus tersebut, Yudha dijerat Pasal UU Perlindungan Anak dan/atau Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 359 KUHP.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra mengungkapkan hasil analisis rekaman CCTV, diketahui Dante dan Yudha beraktivitas di kolam renang selama 2 jam 1 menit.
"Hasil analisis dari rekaman CCTV yang dilakukan pemeriksaan bahwa rekaman tersebut yang kami ajukan memiliki durasi kurang lebih sekitar 2 jam 1 menit. Yang mana di dalam rekaman tersebut mengungkap rangkaian kegiatan korban sehingga dari rangkuman tersebut penyidik menyimpulkan bahwa terdapat bukti yang cukup untuk tersangka dan akhirnya sudah dilakukan penangkapan," kata Kombes Wira beberapa waktu lalu.

Selama di kolam renang tersebut, Dante ditenggelamkan oleh Yudha sebanyak 12 kali. Dengan masing-masing durasi waktu 14 detik, 24 detik, 4 detik, 2 detik, 26 detik, 4 detik, 21 detik, 7 detik, 17 detik, 8 detik, 26 detik, dan yang terakhir 54 detik.

"Korban ini dibenamkan kepalanya sebanyak 12 kali," kata imbuh Wira.

Terbaru, polisi mengungkap adanya indikasi Yudha Arfandi berbohong dari tes poligraf tersebut. Ada dua kebohongan Yudha Arfandi yang diungkap oleh pihak kepolisian.

"Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yang dilakukan oleh ahli poligraf beberapa waktu lalu. Hasilnya sudah keluar, ada dua kebohongan yang didapat berdasarkan hasil pemeriksaan ahli poligraf," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Senin (18/3).

Yudha Bohong soal Browsing CCTV Kolam
Kombes Ade Ary mengungkap kebohongan pertama Yudha Arfandi yang terungkap dari hasil tes poligraf. Ialah soal history dirinya membrowsing CCTV kolam renang.

"Tentang browsing CCTV kolam renang. Hasil pemeriksaan ahli poligraf menyatakan bahwa jawaban dari pertanyaan yang disampaikan ahli menunjukkan bahwa subjek yang diperiksa atau tersangka itu berbohong atau deception indicated," ujar Ade Ary.

Yudha Bohong soal Kekerasan ke Tamara
Kebohongan yang kedua adalah soal kekerasan fisik Yudha kepada Tamara Tyasmara, ibunda Dante sekaligus kekasih Yudha. Hasil poligraf menyebut Yudha berbohong tentang itu.

"Kemudian hal yang kedua yang ditemukan berbohong tentang pertanyaan terkait kekerasan fisik terhadap saudari Tamara. Dari pertanyaan yang disampaikan ahli, menunjukkan bahwa tersangka berbohong atau deception indicated," jelasnya.

Polisi Kebut Pemberkasan
Ade Ary belum merinci apakah Tamara juga melaporkan soal kekerasan yang dilakukan Yudha Arfandi atau tidak. Saat ini pihak kepolisian masih melengkapi berkas perkara pembunuhan Dante untuk segera dilimpahkan kepada kejaksaan.

"Kemudian penyidik juga masih melengkapi berkas perkara dan masih berkoordinasi dengan ahli kriminologi menunggu hasil dari ahli kriminologi," tuturnya.