Wartakomunitas.com| Jakarta- Lembaga pergerakan Forum Komunikasi Mahasiswa Peduli Daerah Riau Jakarta (FKMPD) telah melayangkan surat Aksi ke Kapolda Metro Jaya guna menyelidiki dan memperoses lebih dalam terkait Kasus dugaan korupsi yang melibatkan salah satu direktur RS Madani Kota Pekanbaru, Jum'at (22/03/2024) 

Solahuddin selaku Ketua Kordinator FKMPD Riau Jakarta Menyampaikan pengaduan Surat Aksi untuk menyelidiki kasus dugaan tindakan kasus pidana korupsi yang dilakukan oleh Dirut RS Madani Kota Pekanbaru Tahun 2022.

Dalam pernyataannya, "Sehubungan hasil survey kami dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi yang di lakukan oleh Dirut RSUD Madani Yang dipimpin oleh Arnaldo Eks Putra yang mengacu kepada Pasal 99 ayat 3 Permendagri No.79 tahun 2018 tentang BLUD. 

Kami menduga adanya tindak pidana korupsi (TIPIKOR) dalam pengelolaan gaji THL dari anggaran BLUD hasil dari keuangan Madani,” sementara pengelolaan BLUD saat ini RS Madani tidak beruntung, Tahun 2022 diperkirakan hanya Rp7 Miliar uang yang masuk ke RSUD Madani sementara Hutang mencapai Rp30 M.

Dalam hal ini dugaan kami pembelian barang tersebut tidak sesuai DPA, terlihat dari barang alkes sudah masuk pada tanggal 2, 4, 6, 9, 16, 19 Januari 2023 melalui anggaran APBD Pemko Pekanbaru THN 2023“ Katanya.

Kami juga menduga atas persoalan Rekrutmen pegawai 600 orang, pemotongan gaji dan pembelian transportasi mobil dinas Dirut RS Madani juga sangat terkesan sikap Hedonisme dan untuk kepentinggan pribadi.

FKMPD Riau Jakarta berharap kepada penegak hukum agar sesegera mungkin melakukan langkah serius dalam menangani kasusu dugaan korupsi tersebut, sebagai acuan dan komitmen pemerintah dalam membrantas korupsi demi terwujudnya indonesia anti korupsi.

Solahuddin juga menyebutkan kita akan melakukan Aksi besar besaran agar pihak KPK mengusut tuntas dan memeriksa pihak tersebut. Kita nantikan Sajaa, " Tutupnya.