Wartakomunitas.com | Politik - Memasuki hari keenam kampanye, 3 Calon Presiden (Capres) terus keliling mencari dukungan. Hari Minggu (3/12/2023), ketiga Capres kompak mengisi kegiatan kampanye dengan menghadap ulama di 3 lokasi yang berbeda.

Dimulai dari Capres nomor urut 01 Anies Baswedan. Capres yang diusung Koalisi Perubahan itu mengisi kegiatan kampanye di Medan, Sumatera Utara. Di Medan, ada sejumlah kegiatan yang dihadiri Anies.

Eks Gubernur DKI Jakarta itu tiba di Bandara Kualanamu sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut langsung Ketua TKD Anies-Muhaimin Iskandar (AMIN) Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Dari bandara, Anies langsung menuju lokasi pertama, yakni peringatan Haul Guru ke-21 Saidi Syekh H. Amir Damsar Syarif Alam di Pesantren Persulukan Thariqat Naqsyabandiyah Jabal Qubis di Pondok Pesantren Persulukan Thariqat.

Di acara tersebut, Anies mengakui bahwa setiap safari politik yang dilakukannya selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan ulama. Alasannya, Anies ingin mendapatkan nasihat tentang tata cara bernegara yang baik.

Anies juga menyampaikan, setiap kali hadir ke tengah-tengah pemangku agama selalu merasakan sebuah keteduhan. Hal itu lah yang ingin diperolehnya, agar keberkahan mengiringi setiap langkahnya.

“Semoga hikmah dan keberkahan ini tertularkan kepada seluruh umat Islam di Indonesia,” kata Anies.

Hal yang sama juga dilakukan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto. Setelah kemarin bertemu santri dan Kiai di Tasikmala, kemarin Prabowo melakukan kampanye di Banten.

Menteri Pertahanan itu memulai harinya dengan berziarah ke Kasepuhan Banten di Masjid Agung Banten Lama, yakni makam Maulana Hasanuddin dan Syekh Yusuf. Dalam kegiatannya itu, Prabowo ditemani Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Provinsi Banten Airin Rachmi Diany, mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco.

Setelah berziarah ke Makam Sultan Maulana dan Syekh Yusuf, Prabowo kemudian bertolak ke Kabupaten Pandeglang untuk berziarah ke makam Abuya Dimyati Al-Bantani atau Mbah Dim. Dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah Abuya Murtadho.

Sayangnya, pertemuan tersebut digelar tertutup. Namun, setelah pertemuan, Prabowo mengungkapkan ada beberapa nasihat yang disampaikan padanya untuk menghadapi kontestasi Pemilu 2024.

Beliau titip Pancasila harus ditegakkan. Diutamakan kepentingan rakyat, dan bangsa,” kata Prabowo di Pandeglang, Banten, Minggu (3/12/2023).

Sesudah itu, Prabowo bergeser ke rumah eks Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya untuk menghadiri doa bersama 2000 kyai. Turut hadir Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Rosan Roeslani.

Dalam acara itu, para Kyai, ulama, dan santri di wilayah Banten mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Mereka juga mendoakan agar Allah SWT meridhoi kemenangannya. Prabowo lantas mengaku hatinya semakin mantap dan optimis, bahwa Pilpres kali ini menjadi gilirannya untuk memimpin Indonesia.

“Saya menyampaikan terima kasih saya, rasa haru saya, rasa besar hati saya mendapat deklarasi dukungan dari para alim ulama, para tokoh agama Kabupaten Lebak,” pungkasnya.

Lalu bagaimana dengan Ganjar Pranowo? Setelah berkeliling Nusa Tenggara Timur (NTT), Capres nomor urut 03 ini melanjutkan safari politiknya ke Nusa Tenggara Barat (NTB). Ganjar memulai kegiatannya dengan sowan ke kyai sepuh Nahdlatul Ulama (NU), TGH Turmudzi Badarudin di Pondok Pesantren (Ponpes) Qamarul Huda, Lombok Tengah.

Ganjar tiba di kediaman TGH Turmudzi Badaruddin sekira pukul 11.00 WITA. Ia kemudian menggelar pertemuan tertutup dengan TGH Turmudzi, ditemani Ketua TPD NTB Muzihir, Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat, dan Waketum PPP Ermalena.

Di luar ruangan, berjaga sejumlah tuan guru sembari menunggu pertemuan usai. Tak lama berselang, TGH Turmudzi Badaruddin ke luar ruangan disusul Ganjar yang sudah menggunakan sorban hijau khas Tuan Guru Bagu.

Ia kemudian menyapa santri yang telah menunggu kehadirannya dan sempat ditanya, apa saja yang dibicarakannya dengan TGH Turmudzi. Mantan Gubernur Jawa Tengah ini lantas mengaku mendapat banyak wejangan perihal kepemimpinan. Ia juga mendapatkan cerita kehidupan sang kyai.

“Tadi beliau juga cerita punya banyak buku. Ada buku yang beliau tulis ketika sakit. Pasti ada makna yang lebih jauh yang ingin beliau berikan kepada generasi berikutnya,” jelas Ganjar di Ponpes Qamarul Huda, NTB, Minggu (3/12/2023).

Ganjar juga mengatakan, ia banyak belajar dari TGH Turmudzi Badaruddin tentang nilai-nilai etis dan moralitas. Termasuk, bagaimana cara menebar kebaikan dan menjaga kesucian hati umat manusia.

“Sebuah nilai yang perlu kita contoh, kita teladani kita praktekkan agar kita selalu berada pada koridor etik dan punya moral,” pungkas Ganjar.