Wartakomunitas.com | Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan menahan suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate hingga 2025. Saat ini suku bunga acuan BI tersebut berada di level 6 persen. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mengendalikan target sasaran inflasi pada 2,5 plus minus 1 persen.

"Suku bunga BI rate akan kami pertahankan," kata dia dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2023, Rabu (29/11/2023).

Ia menambahkan, BI tidak menutup kemungkinan untuk merespons lebih lanjut soal suku bunga acuan itu. Respons terkait suku bunga acuan akan dilakukan dengan melihat dinamika ekonomi global dan domestik. Dalam kesempatan yang sama, Perry memprediksi ekonomi Indonesia pada 2024 dapat mencapai 4,7 sampai 5,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diproyeksikan meningkat pada 2025 dengan kisaran 4,8 sampai 5,6 persen pada 2025. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan BI 7-day Reverse Repo Rate (DRRR) pada level 6 persen. Keputusan ini merupakan hasil dari gelaran Rapat Dewan Gubernur BI periode November 2023. Selain itu, bank sentral juga mempertahankan tingkat suku bunga deposit facility dan lending facility. Dengan demikian, suku bunga deposit facility pun bertahan di level 5,25 persen dan lending facility tetap di level 6,75 persen.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22 dan 23 November 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 6 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (23/11/2023).