Wartakomunitas.com | Lifestyle - Tes IQ diciptakan khusus untuk menilai bakat dan keterampilan seseorang. Meskipun kecerdasan sering diukur dari skor tes ini, orang pintar sebenarnya memiliki banyak karakteristik unik lainnya. Dari rasa ingin tahu yang besar hingga selera humor yang baik. Berikut ciri-ciri karakter yang mengindikasikan IQ tinggi.

Berempati

Orang yang sangat cerdas pandai menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perasaan orang lain. Mereka biasanya peka terhadap mereka yang membutuhkan dan tertarik untuk belajar lebih banyak tentang orang lain.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kecerdasan emosional:

1. Pelajari cara mengelola perasaan dan perilaku impulsif diri

2. Luangkan waktu untuk merenungkan bagaimana emosi memengaruhi pikiran dan tindakan kamu 

3. Kenali kekuatan dan kelemahan diri,dan cari cara untuk meningkatkan kepercayaan diri

4. Berlatih mengambil inisiatif dan menindaklanjuti komitmen

5. Memperhatikan perasaan, kebutuhan, dan kekhawatiran orang-orang di sekitar

6. Mengamati dan belajar tentang dinamika kekuasaan dalam kelompok

7. Latihlah keterampilan komunikasi dengan kejelasan, dan minta umpan balik serta saran dari orang lain

8. Ketika berada dalam situasi kelompok, latihlah keterampilan mengelola konflik 

Lebih suka menyendiri

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2016 dan dipublikasikan dalam British Journal of Psychology menyebut orang yang lebih cerdas cenderung merasa kurang puas dengan kehidupan ketika mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman. Mereka lebih merasa nyaman saat berada dalam kesendirian. Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk bersosialisasi, maka semakin sedikit waktu yang tersedia untuk refleksi diri dan mengejar minat serta proyek pribadi. Oleh karena itu, seseorang dapat memiliki beberapa hubungan dekat dan tetap menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang yang dicintai, asalkan masih ada cukup waktu untuk kegiatan pribadi. Secara singkat, orang yang cerdas tahu persis apa yang cocok untuk mereka dalam hal interaksi sosial, dan kesadaran diri ini dapat dianggap sebagai tanda kecerdasan. 

Perasaan diri yang kuat

Mengetahui apa yang kamu perlukan dari interaksi sosial hanya merupakan satu aspek dari kesadaran diri. Rasa identitas pribadi juga terkait erat dengan cara kamu memandang diri sendiri, seperti sifat dan kemampuan, nilai-nilai kehidupan, tujuan dan keinginan utama, serta karakteristik penentu lainnya.

Pengembangan rasa diri yang baik mencerminkan tingkat kecerdasan yang tinggi, karena memiliki identitas diri yang kokoh umumnya menunjukkan bahwa kamu:

1. Merasa aman dengan diri sendiri.

2. Mengetahui keahlian dan keterampilan kamu.

3. Memiliki kepercayaan diri untuk membuat pilihan yang sejalan dengan keyakinan kamu.

4. Menemukan hal-hal ini tentang diri memerlukan waktu.

Bahkan setelah kamu menetapkan identitas diri, upaya terus diperlukan untuk:

1. Merasa nyaman dalam mengungkapkan diri secara bebas.

2. Menetapkan dan menghormati batasan-batasan diri sendiri.

3. Memilih jalur yang sejalan dengan nilai-nilai atau kode etik pribadi kamu.

Rasa ingin tahu

Ekspresi rasa ingin tahu yang tak pernah terpuaskan seringkali dikaitkan dengan tingkat kecerdasan yang tinggi, dan hal ini masuk akal karena mencerminkan dorongan untuk terus belajar. Mungkin penjelasan sederhana tidak pernah memuaskan diri kamu. Untuk itu, kamu senang membaca, seni, dan menjelajahi bahasa dan budaya lain. Kamu akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan bijaksana yang mengarah ke inti permasalahan, menghabiskan waktu berjam-jam untuk menggali informasi di internet untuk mengeksplorasi minat baru, atau membongkar berbagai hal untuk mengetahui cara kerjanya.

Jeli

Orang yang sangat cerdas menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengamati daripada menyampaikan sesuatu. Sebenarnya, kemampuan untuk memperhatikan dan mengamati dapat terkait dengan berbagai jenis kecerdasan: Apakah kamu terampil dalam melihat pola? Mungkin kemampuan pengamatan kamu tercermin dalam karya kreatif kamu, yang merupakan bagian dari kecerdasan spasial-visual. Jika kamu memiliki ingatan yang kuat terhadap informasi yang kamu baca atau dengar, itu mencerminkan kecerdasan verbal-linguistik kamu di lingkungan kerja. Menurut psikolog dan profesor Howard Gardner, psikolog dan profesor Howard Gardner, pemahaman yang mendalam tentang alam bahkan dapat dianggap sebagai jenis kecerdasan. Kecerdasan naturalis dapat muncul sebagai kemampuan alami untuk mengenali pola atau perubahan dalam lingkungan alam.

Memori tubuh yang baik

Kecerdasan juga dapat muncul dalam konteks fisik. Meski kamu tidak bisa menjelaskan dengan kata-kata bagaimana mencapai suatu tempat, tapi tubuh kamu mengetahui jalannya. Ini terjadi meskipun kamu hanya pernah berjalan ke area kota tersebut sekali dalam beberapa tahun yang lalu. Contohnya, mungkin kamu dapat dengan cepat memahami langkah-langkah tarian yang kompleks setelah melihat instruktur menampilkannya sekali. Tingkat kecerdasan kinestetik yang tinggi memungkinkan tubuh kamu menjadi lebih gesit dan terkoordinasi. Kamu juga dapat mengingat pola-pola gerakan dengan mudah dan menirukannya tanpa banyak usaha. Kecerdasan kinestetik ini tidak hanya membuat kamu terampil dalam olahraga dan aktivitas fisik, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan dalam menangani detail-detail halus.

Kreatif

Orang mungkin berpikir bahwa kecerdasan dan kreativitas adalah dua hal yang saling terpisah, karena keduanya dikendalikan oleh sisi otak yang berlawanan. Namun, orang dengan IQ tinggi sebenarnya menggunakan kedua kualitas tersebut secara bersamaan untuk mencapai tujuan mereka.

Anxiety

Rasa khawatir pada dasarnya merupakan upaya untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan hal yang tidak menyenangkan. Orang yang hidup dengan kecemasan umumnya menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan, bahkan tentang hal-hal yang mereka anggap tidak mungkin terjadi. Studi kecil tahun 2011 juga menunjukkan hubungan antara kecerdasan dan kecemasan. Penulis studi menjelaskan orang dengan IQ tinggi mungkin cenderung sangat khawatir atau bahkan kurang khawatir sama sekali. Ini mungkin terlihat kontradiktif, tetapi ada penjelasannya.


Orang sangat cerdas mungkin tidak terlalu khawatir tentang hal-hal yang mereka tahu tidak mungkin terjadi, karena mereka merasa percaya diri dalam kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan. Di sisi lain, orang yang sangat cerdas mungkin menghabiskan lebih banyak waktu untuk merenung karena mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang potensi ancaman dan ingin mempersiapkan diri untuk setiap kemungkinan.

Berantakan

Pada tahun 2012, peneliti dari Belanda menemukan bahwa orang bisa mengalami perkembangan intelektual lebih baik di lingkungan yang berantakan. Kondisi yang tidak teratur membuat otak terpaksa lebih fokus.

Kesederhanaan

Efek Dunning-Kruger dimulai dengan penemuan bahwa siswa yang paling kompeten meremehkan kompetensi mereka karena mereka menganggap tugas-tugasnya mudah. Sementara, siswa yang kurang kompeten sangat melebih-lebihkan kompetensi mereka.

Banyak membaca

Banyak orang pintar yang suka tersesat dalam sebuah buku yang bagus. Ditambah lagi, membaca itu sendiri telah terbukti dapat meningkatkan kecerdasan.

Pandai menjaga perdamaian

Keterampilan interpersonal yang kuat juga menunjukkan kecerdasan, seperti terampil dalam resolusi konflik.

Mampu menangani tantangan

Kemampuan beradaptasi adalah komponen kunci dari kecerdasan. Ini berarti kamu mampu menyesuaikan diri dengan situasi baru atau peristiwa yang berubah, yang juga menandakan ketangguhan.